Seminggu yang lalu, kami belanja di supermarket yang agak jauh dari rumah, dan melihat ada beras merah dalam kemasan 500 gram di rak. Nah, ceritanya nih,orang rumah berniat makan makanan sehat, jadi terambil lah beras merah tersebut,yang konon lebih kaya vitamin, serat, dll deh daripada beras putih yang biasa kita makan. Dan ternyata susah sekali menemukan beras merah di pasaran. Sekali dulu pernah tau ada beras merah dijual kiloan di hypermarket terkemuka, dan labelnya pake kata-kata “organik”, setelah ditanak pun rasanya juga cukup enak. Tapi setelah balik ke hypermarket tersebut, sudah tidak dijual lagi. Ach, masa jauh-jauh belanja ke hypermarket itu, hanya untuk beli beras merah, dan ternyata tidak ada stoknya. Akhirnya balik lagi makan nasi putih. Hehehe..

Beras merah yang kami beli barusan tersebut, ternyata tidak sama dengan yang berlabel “organik” yang pernah kami beli sebelumnya di hypermarket.

Nah, saya mencoba menanak beras merah tersebut. Setelah dicuci bersih, proses dilanjutkan dengan .. hmm.. apa ya bahasa indonesianya, kalau bahasa jawanya “ngaru”, yaitu merebus beras dengan air sampai setengah matang hingga airnya habis tapi tidak sampai lengket di panci. Setelah itu baru menanak nasi setengah matang tersebut di dandang hingga empuk, layak dimakan lah..

Biasanya saya mengaru beras putih dengan takaran 1:1. Jika beras setinggi satu ruas jari, berarti airnya juga satu ruas jari. Tapi melihat tampilan beras merah tersebut, saya jadi sangsi kalo perbandingannya dengan air tetap 1:1. Akhirnya saya melebihkan airnya, namun dalam merebus tetap saya amati sambil mengaduk-aduknya. Wah.. warnanya bagus sekali, air rebusan menjadi merah maroon.

Lha dalah.. airnya mau habis.. saya lihat berasnya kok masih jauh dari setengah matang. Jadilah saya tambahkan air, lagi dan lagi.. hehehe Cape ngawasin dan ngaduknya.. mungkin takaran seharusnya 1:4 kali yaa… Dan ternyata jadinya banyak sekali, walau awalnya mungkin saya hanya mengambil satu genggam beras, tapi bisa mengembang cukup banyak. Setelah saya rasa cukup empuk, kemudian saya tanak di dandang. Dah khawatir tidak jadi nasi aja nih beras.

Sekitar setengah jam, saya matikan api, saya buka penutupnya. Waww.. baunya harum.. warnanya bagus, merah di kulit, merekah bagian tengahnya berwarna putih. Dan rasanya sedikit manis dan “crunchy” saat mengunyah, sehingga perlu sedikit lama mengunyahnya. Mungkin harus makan nasi merah ini ya, supaya mengunyah tepat seperti yang dianjurkan, 32 kali yaa?

Link manfaat beras merah ada disini

Comments No Comments »

Rabu, 8 Oktober 2008, hari terakhir libur lebaran bagi adik-adik dan juga merupakan hari nonton bareng film Laskar Pelangi. Ini dah program motivasi yang aku rencanakan buat adik-adik, setelah dengar kabar kalau Laskar Pelangi bakal difilmkan. Seperti yang diungkapkan Andrea Hirata saat Kick Andy Offair di Surabaya beberapa waktu sebelumnya, difilmkannya Laskar Pelangi membawa harapan agar inspirasi Laskar Pelangi bisa diakses lebih luas oleh masyarakat, karena media film lebih banyak diakses daripada novel. Tau kan minat baca masyarakat Indonesia. Jadi semangat deh ngajakin adik-adik untuk nonton film ini.

Kemudian adik-adik kuberitau program ini lewat sms, 2 hari sebelum lebaran sih. “Mbak Fitri nawarin nonton gratis Laskar Pelangi. Mau? ” responnya antusias banget “Beneran tah, Mbak? Mau2, ada apa ini? Bagi2 angpao yaa”.. hehehe :D .. “Lho mbak, aq dah nonton! M.Fitri g bilang dari kemarin2″ .. wah maaf deh, telat ya bilangnya. Ternyata hari H ada beberapa yang ga bisa, ya gpp lah, harapan sih tetep diusahakan liat ya. Coz it`s a must see movie!

Kami berlima nonton di Cito, yang paling terjangkau lokasinya dari rumah kami, wah.. tidak menyangka sebegitu antre nya. Padahal saya upayakan datang jam10. Mal nya sih dah buka, tapi bioskopnya belum buka. Jadilah antre di depan pintu bioskop. Wuih koyok antre BLT pokok`e, begitu pintu dibuka pake acara dorong-dorongan dan terjatuh segala.. demi… dapet tiket LASKAR PELANGI! Beruntung dapet tiket show yang pertama, walo dapet kursi no 3 dari depan.

Tentang film nya… IT`S SO BEAUTIFUL !!! SO NATURAL !!! INDONESIA BANGEDDDSSS !!! Riri Riza dan Mira Lesmana memang sineas hesbatz. Kekhawatiran bila film adaptasi novel tidak sebagus novelnya, ternyata sirna. Walau ada beberapa bagian novel yang tidak diceritakan dan diubah, tapi inti, semangat, dan inspirasi novel dapat disampaikan dengan jelas. Karakter anak-anak Laskar Pelangi yang harus diperankan anak-anak asli Belitong adalah keputusan yang sangat tepat, karena mereka berakting sangat natural. Kelucuan dan kepolosan mereka sebagai anak-anak membuat penonton tertawa terbahak-bahak, sama seperti kelucuan rangkaian kata-kata Andrea Hirata di novelnya yang membuat pembacanya tertawa sendiri tanpa peduli pandangan heran oleh orang yang melihatnya. Juga lokasi yang diambil di pulang Belitong, sungguh menawarkan keindahan alam pulau tersebut, melebihi imaginasi saat membaca deskripsi Andrea di novel.

Dan akhir dari film yang membawa keharuan, membawa pesan yang sangat dalam, bahwa pendidikan adalah hak semua orang. Diiringi lagu dari Nidji, penonton mulai meninggalkan kursi yang diduduki selama 2 jam itu. Berikut adalah lirik dari OST Laskar Pelangi by Nidji :

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

Comments 4 Comments »

Awal September kemarin, STNK dan plat motor habis masa berlakunya. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya mengurus pajak kendaraan, tahun ini harus mengurus perpanjangan STNK. Tanya kesana-kesini, wah.. harus pake calo yaa.. yang katanya no rangka harus digesek lah.. dan kita tidak bisa melakukan sendiri. Akhirnya dapet info dari mas ipar kalau untuk menggesek nomer rangka, pihak SAMSAT nya sudah menyiapkan petugas.

Tahun ini, untuk pengurusan pajak, STNK, dll, cukup dilakukan di SAMSAT Krian. Alhamdulillah, ga perlu jauh-jauh lagi ke Sidoarjo Kota. Pengurusan juga cukup mudah, tidak sampai 2 jam sudah selesai. Saya ngurus sendiri lho.. Seperti saat mengurus SIM, di sini saya menemukan kemudahan-kemudahan. Asal tidak malu bertanya prosedurnya dan loket yang dituju, pun ternyata ada petugas yang membantu ( awalnya kupikir calo nih orang.. hehehe). Prosedurnya :

  • Membeli map, tersedia di fotokopian terdekat
  • Fotokopi STNK, Pajak, BPKB, KTP masing-masing 2 kali, disertai yang aslinya
  • Ke loket pendaftaran, mendapat form Cek Fisik dan menyerahkan form ke loket Cek Fisik untuk menggesek no mesin dan no rangka. Disini disediakan petugas, sudah deh.. tinggal menunggu giliran dan menyerahkan hasilnya untuk divalidasi
  • Ke loket pendaftaran lagi menyerahkan hasil Cek Fisik, lalu diberi form perpanjangan STNK dan membayar Rp 40.000,-. Dari sini saya baru tau kalo setiap perpanjangan STNK, plat nomer juga berubah :D
  • Setelah diserahkan form tersebut dan diberi bukti, lalu ke loket pembayaran pajak di gedung sebelah. Tunggu dipanggil, bayar deh pajaknya. Wow.. naik bok. Tahun lalu sepertinya cuma 80-an ribu, sekarang dah 96ribu. Dih.. gini suruh ganti motor, tambah berapa pajaknya, secara motor saya tuh Astrea Grand 96, bodi masih bagus, jadi diminati tukang sayur untuk dibeli (apa hubungannya coba, yaa.. tukang sayurnya nyambi jadi makelar motor kali.. :D). Semakin baru tahun pembuatan motor, kan semakin besar pajaknya.
  • Setelah bayar pajak, buktinya difotokopi lagi 2 kali lalu diserahkan dan kita mendapat STNK baru, surat jalan (berhubung platnya masih nunggu 2 bulan lagi, kan ga cocok STNK dan plat lama), lalu BPKB diserahkan dahulu, istilahnya ‘nulis BPKB’ dulu, yang diambil 3 hari kemudian. Selesai deh…

Alhamdulillah, semakin mudah aja mengurus administrasi kendaraan bermotor dengan biaya yang cukup minim. Biaya yang saya keluarkan tidak sampai 150rb.

Comments No Comments »

Hari Minggu kemarin hadiri Kick Andy Offair di Surabaya. Dah berbulan-bulan menunggu yang seperti ini, sejak denger-denger acara serupa diadakan di Malang. Membaca update aktivitas Andrea Hirata di web nya, dia ada acara di Surabaya dalam program Satu Hati, segera deh cari info di web Kick Andy.

Setelah ngajar, segera saya meluncur ke Taman Surya, dan tepat pukul 13.00 acara dibuka oleh band The Morning After. Sesaat kemudian, Andy F. Noya muncul dengan shirt merah mencolok dan topi hitam. *ughh, keren juga… kaosna maksudna.. huhuhu.. I`m red lover*. Tema yang diangkat adalah pendidikan. Tamu pertama adalah pengelola Sanggar Alang-alang Surabaya, Bapak Didi HP, sekaligus penampilan musikal anak-anak dari sanggar tersebut. Ternyata dua finalis Idola Cilik RCTI, Siti dan Dayat, adalah anak asuhan sanggar tersebut. Siti pun sempat menyanyikan beberapa bait lagu The Rock, hehehe. Tamu kedua adalah Bapak Candra, seorang guru Fisika dari Malang yang mendemonstrasikan alat-alat peraga sederhana untuk percobaan Fisika. Cukup inspiratif, karena alat-alatnya dibuat dari bahas bekas, seperti magnet yang diambil dari salon/speaker yang tidak terpakai dan botol plastik untuk percobaan Hukum Bernoulli. Tamu ketiga adalah seorang Kepala Sekolah sebuah SD di lokalisasi Dolly. Wow, sapa yang tidak kenal area itu. Beliau sengaja mendirikan sekolah di tengah lokalisasi itu karena berprinsip pendidikan adalah hak semua anak, termasuk anak-anak PSK. Bila ada anak yang tidak mampu, maka sekolah tersebut siap menggratiskan uang sekolah. Sehingga dana pengelolaan sekolah diambil dengan mengedarkan kotak-kotak infaq di warung-warung, karena susahnya mendapat dana dari proposal-proposal yang dikirimkan ke instansi-instansi. Yah.. pernah merasakan deh susahnya cari dana.

Tamu keempat, tentu saja Andrea Hirata. Ternyata orangnya berkulit terang, bersih, tidak seberapa tinggi, karena memakai topi, jadi tidak terlihat ikal rambutnya :D Dan satu lagi.. mudah terharu.. hehehe. Beberapa kali harus menghentikan pembicaraan ‘Saya tidak sanggup bicara’.. persis deh seperti waktu tayangan Kick Andy episode Laskar Pelangi, ketika Ibu Muslimah dihadirkan di depan Andrea. Oya, di acara Offair ini, Andrea berbicara tentang film Laskar Pelangi yang akan premiere tanggal 25 September ini. Wah, masih bulan Ramadhan. Film yang dibintangi anak-anak Belitong asli ini diproduseri oleh Mira Lesmana dan disutradari Riri Riza. Ga sabar untuk menontonnya. Hehe.. Andy F Noya sudah menawarkan tiket gratis untuk premiere film ini di Jakarta dan Bandung. Di Surabaya juga dong Bang Andy. Karena ternyata kerjasamanya dengan Blitz, dan di Surabaya hanya ada studio 21, Andy belum bisa menjanjikan tiket gratisnya. Huhuhu…

Setelah acara selesai, ga lupa dong minta tanda tangan Andrea. Di rumah udah mempersiapkan membawa buku, tapi Laskar Pelangi lagi dipinjam, akhirnya Sang Pemimpi yang kebawa. Gpp deh, kupikir ini novel yang paling inspiratif.
“mmhh.. tolong ditulis Untuk Fitria yaa..” hehehe.. ga macem-macem kan permintaannya. Sayang sobat saya yang satu itu tidak bisa datang, padahal nge-fans banget ma Andrea.

Setelah nyampe di rumah, sempat menyalakan TV, di MetroTV ada LiveUpdate program Satu Hati. Lha kok wajahku sempet nongol… wadoh.. juelas ngono, Rek. Emang sih waktu itu ada yang nge-shoot, kupikir untuk dokumentasi aja, ternyata untuk materi siaran MetroTV. Huhuhu..

Comments No Comments »

Kesehatan adalah kondisi alamiah. Jika penyakit datang, itu merupakan tanda
bahwa Alam telah melenceng dari jalurnya dikarenakan adanya ketidakseimbangan
fisik atau mental
(Hippocrates)

Comments No Comments »