Archive for July, 2008

Baru nulis sekarang laporannya :)
Ceritanya nih, liburan kemarin saya ikutan nglencer ke Jatim Park ma relatives, khan gratis! Mayan buat refreshing. Dengan tiket 40rb, Jatim Park mempunyai wahana-wahana yang cukup menarik. Bukan hanya tempat rekreasi dengan alam pegunungan yang sangat indah, namun juga menawarkan wahana ilmu pengetahuan yang berguna bagi siswa. Pantas saja di hari liburan sekolah terakhir tersebut, hwaaa.. padat sekali pengunjungnya,sampai ada beberapa bus pariwisata plat AB!

Setelah pengecekan tiket dan mulai melangkahkan kaki, mata pengunjung pasti langsung tertuju pada GONG besar (katanya sih yang terbesar di Indonesia) sebelum memasuki wahana budaya. Di wahana budaya, pengunjung disuguhi beraneka gambaran kebudayaan Indonesia, dengan ditampilkannya baju pengantin dan kesenian dari berbagai daerah.

Selanjutnya pengunjung digiring untuk memasuki wahana pengetahuan, Biologi, Kimia, Matematika, dan Fisika. Ya.. disinilah banyak replika-replika menarik dari bagian-bagian tubuh manusia. Jantung yang berdetak, proses kelahiran bayi termasuk di wahana Biologi. Percobaan pencampuran larutan Asam dan larutan Basa dengan indikator fenolftalin ada di wahana Kimia. Yang paling menarik tentu saja di wahana Fisika. Mau mencoba gema atau membakar kayu dengan aplikasi cermin cekung, disini tempatnya.Juga percobaan untuk aplikasi Hukum Kekekalan Momentum Sudut, pesawat sederhana, elektromagnetik. Saya sempat mencoba aplikasi Momen Inersia, persis yang ada di buku Fisika kelas XI. Duduk di kursi yang bisa berputar, memegang beban, tangan direntangkan. Lalu kursi mulai diputar, dan setelah putaran stabil, tangan mulai ditekuk, beban dirapatkan di dada. Waaa… putaran kursi lebih kencang. Hukum Kekekalan Momentum Sudut bekerja pada saya :D
"Sudah! Sudah!.. Saya pusing!"
*haduh* ngisin-ngisini ae, moso arep bengok2 nang njero ruangan :D

Keluar dari wahana Fisika, kita disuguhi berbagai replika patung, candi dan kehidupan pra-sejarah. Wahana ini diberi nama Taman Sejarah. Setelah itu.. wah.. lupa.. karena saya asyik ngobrol dengan sepupu jauh..  heuheuhe ;). Pokokna mpe mushola, istirahat sejenak, ternyata cape juga. Setelah sholat, jalan-jalan nya dilanjutkan lagi, sampai ke wahana hiburan.

Kolam renang dengan model water boom, wah rame pisan. Akhirnya milih ke rumah hantu. Wach, antrian nya bok, iso-iso 1 jam kui. Ga sido. Jalan agak ke atas lagi.. Waa.. seperti nya seru ada permainan semacam Halilintar tapi tanjakannya ga setajam di Dufan. Walo antriannya banyak, tapi jalannya cepet, karena ada 4 kereta. Lagi ngantri, liat wahana sebelah, Tornado. Waduh gendeng poll, diwolak walik koyok ngono, sempet mandek malik pisan, pirang menit iku. Sempat kulihat ada orang yang mukanya merah padam sangking tegangnya.Heuheuh…

Akhirnya giliran saya naik wahana yang diberi nama SPINNING COASTER, di sebelah saya seorang ibu dari Surabaya juga. Satu kereta berisi 4 orang saling membelakangi. Weh.. ternyata coaster ini tidak hanya naik-turun/berbelok, tapi keretanya sendiri BERPUTAR. SUMPAH! KAPOK!KAPOK!KAPOK! Ketika kereta pertama naik, mengikuti rel yang menanjak, wah, saya terkesima pemandangan yang menghadap kota Batu. Setelah itu mulai berbelok U, mulailah jeritan-jeritan itu. SUMPAH! RASANYA MAU TERLEMPAR! Walah.. sabuk nya kok longgar gini! YA ALLAH CEBLOK AKU NGENE CARANE! Wes.. ga wani melek aku! Apakah emang gini pengamanannya? Tapi waktu di Taman Remaja naik Roll Coaster mini asik-asik aja, ga sampai ngrasa mau terlempar kayak gini. Setelah brenti sikil sik gemeteran terus. Weks.. *haduh* ngisin-ngisini maneh! Ibu disamping saya tadi marah-marah juga, merasa keamanannya tidak terjamin. WES POKOK`E KAPOK!

Dari SPINNING COASTER tadi, rombongan saya memutuskan kembali aja ke bis. Tapi saya memilih jalan sendiri, karena masih penasaran dengan yang namanya TAMAN SESAT, semacam labirin dari pohon pinus gitu. Walah.. ga ketemu jalan keluarnya. O`o.. kok kepala jadi pusing dan mual-mual gini, apa kena claustrophobia ya.. Mbuh wes.. jalan aja.. kok ke jalan masuk. Hahahaha.. ga sukses euy! Haduh ga tau wes, ndas ngelu ngene.. mbalik ae ke bis. Ugh.. ternyata jalannya berliku sekali, keluar dari Jatim Park, masih memasuki area belanja yang muter-muter harus melewati semua toko sampe ke pasar buah dan sayuran.. Huaa.. akhirnya nyampe ke udara bebas lagi.. nyampe ke bus lagi. Sodara saya ada yang kesasar, karena jalan keluarnya yang mbulet dan bingung ke parkiran bus. Hahaha..

Ya.. itulah sedikit laporan waktu ke Jatim Park.
Mayan lah.. buat refreshing, setelah berbulan-bulan tidak liburan.. :D

Comments No Comments »

Hari ini nemu artikel di Jawa Pos. Wah my favorite food.. Kikil Pak Said di depan pabrik korek. Makanan khas Sepanjang :)


    Lontong Kikil Pak Said

Bahan

 

- Kikil

- Bawang putih

- Kemiri

- Ketumbar

- Jintan

- Cengkeh

- Pala

- Merica

- Cabai merah

- Bawang merah goreng

- Bawang prei

- Garam

 

Cara Membuat:

Semua bahan, kecuali kikil, dihaluskan. Lalu, tumis hingga
harum. Setelah itu, masukkan potongan kikil dan tambahkan air serta
garam. Masak selama tiga jam agar bumbu meresap. Setelah itu, tambahkan
potongan bawang prei serta taburan bawang merah goreng.

 

Cara Menyajikan:

Masukkan kikil dan kuahnya ke dalam mangkok. Sertakan pula
potongan lontong dalam piring terpisah. Lontong kikil akan lebih nikmat
bila dimakan dengan tambahan sedikit kecap manis, kucuran air jeruk
nipis, serta sambal yang terbuat dari ulekan bawang putih dan cabai
rawit yang sudah digoreng serta sedikit garam.

———–

 

Tip Memasak Kikil

- Sebelum dimasak, kikil harus dibersihkan dari bulu-bulu yang
menempel. Caranya, rendam kikil sebentar dalam air panas, kemudian
angkat dan kerik bulunya dengan pisau. Jika belum bersih, ulangi cara
tersebut.

- Setelah dikerik, kikil dibakar sebentar. Itu dilakukan untuk merontokkan bulu-bulu halus yang masih tertinggal.

- Langkah terakhir, rendam kikil ke dalam air dingin sambil besihkan sisa-sisa bulunya dengan mengeriknya lagi.

- Setelah kikil bersih, pisahkan dari tulangnya. Lalu, rebus kikil selama kurang lebih tiga jam agar menjadi lunak.

-
Setelah direbus, angkat, dinginkan. Selanjutnya, potong-potong kikil
menjadi bagian yang lebih kecil sebelum diolah bersama bumbu.

Comments No Comments »