Code yang saya maksud dalam judul ini tidak sama dengan code di posting sebelumnya :)
Kalau code di posting sebelumnya adalah code dalam pemrograman. Tapi dalam posting ini lebih dimaknai sebagai symbol, perumpamaan

Beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri untuk menonton film Da Vinci Code.Awalnya tertarik karena berita2 yang menyebutkan bahwa film ini diangkat dari novel best seller dengan judul yang sama. Baik novel dan film nya banyak mengundang kontroversial dari kalangan agamawan. Karena belum membaca novelnya, maka saya mencoba mengikuti alur cerita dengan seksama (hehe.. inilah untungnya kalo nonton sendiri, bisa konsen ama cerita) walau ada bagian-bagian yang masih membingungkan untuk dipahami, karena tidak dijelaskan dengan rinci, seperti di novelnya, terutama bagian pemaparan sekte-sekte. Apalagi sewaktu dialog2 yang mungkin dianggap sensitif, wah tidak ada terjemahannya, terpaksa membagi konsentrasi,fungsi visual dan audio, untuk mendengarkan dialog dalam bhs inggris, plus proses penerjemahan sendiri (wah, bagi pembelajar visual seperti saya, agak sulit dalam kondisi spt ini)

Seperti dalam novelnya, film tersebut menceritakan tentang penyelidikan pembunuhan seorang kurator museum Louvre di Prancis. Penyelidikan tersebut menuntun seorang professor simbolog dan seorang agen kriptolog pada pemecahan kode-kode tersembunyi di balik karya-karya Leonardo Da Vinci, hingga sampai pada terkuaknya kebenaran sejarah yang selama berabad-abad dimanipulasi oleh pemegang kekuasaan.

Wah.. ternyata.. kode, symbol bukan hanya untuk perburuan harta karun :)
Tapi digunakan juga sebagai bahasa non verbal untuk menentang hegemoni kekuasaan, membuka kebenaran sejarah. Dan symbol tersebut tertuang dalam karya-karya seni, lukisan, seni rupa, musik, lirik lagu, theater, film, kartun (?) :)
(disebutkan dinovel Da Vinci Code, bahwa kartun little mermaid pun mengandung symbol2).
Symbol dan perumpamaan untuk penentangan terhadap hegemoni kekuasaan juga tertuang dalam bentuk karya-karya sastra, novel, cerpen, puisi. Seperti puisi2 Chairil Anwar.

Pernah di suatu acara di MetroTV, mengupas tentang film Lord of The Ring yang juga diangkat dari novel dengan judul yang sama. Sebelumnya saya menganggap film itu biasa2 saja, hanya special effect nya saja yang memang bagus. Karena saya tidak terlalu suka film fiksi, kecuali science fiction. Jadi nonton di VCD saja, pinjeman lagi. Hingga saya nonton acara tersebut, yang menyebutkan bahwa novel LOTR ditulis pada tahun dimana negara-negara Eropa sedang dalam kondisi PD I. Dibahas dalam acara tersebut bahwa novel LOTR banyak mengandung symbol2 yang menceritakan kondisi dunia saat itu. Karakter2 dalam LOTR adalah merupakan symbol tokoh2, seperti Sauron diidentikkan dengan Hitler, Gandalf dengan Winston Churchill. Mordor dan Isengard adalah symbol negara2 Eropa yang menginvasi negara lain, sehingga pecah PD I.

Ketika bahasa verbal sudah tidak memungkinkan untuk digunakan,
maka bahasa-bahasa non verbal mencoba untuk mengungkapkan kebenaran.

Leave a Reply